Koma diabetik kondisi fatal diabetisi

Pernah mendengar atau melihat sendiri kondisi akut yang dialami penderita diabetes ? Dari sekian banyak komplikasi akibat penyakit diabetes melitus seperti ketoasidosis diabetik, neropati diabetik, retinopati diabetik dan koma diabetik, maka nama terkahir inilah puncak dari segala jenis kondisi yang tingkat keparahannya paling tinggi. Koma diabetik adalah suatu kondisi dimana seorang penderita diabetes mengalami penurunan kesadaran atau bahkan kehilangan kesadaran. Biasanya ada beberapa gejala dan tanda yang dialami sebelum benar-benar berada pada fase koma tersebut.

Gejala-gejala sebelum jatuh pada fase koma :

  • Hyperglikemia, dimana kadar gula / glukosa dalam darah mengalami peningkatan yang sangat tinggi
  • Hyperglikemi iperosmolar non ketotik adalah suati kondisi dehidrasi berat yang menyebabkan penderita mengalami pusing, kebingungan mental dan akhirnya jatuh koma
  • Hypoglikemia, dimana kadar gula / glukosa dalam darah mengalami penurunan yang tajam sehingga tubuh tidak lagi mentoleransi kondisi ini dan mengganggu keseimbangan saraf otak
  • Ketoasidosis diabetik, kondisi dimana insulin tidak lagi mampu melaksanakan fungsinya mengolah gula / glokosa dalam darah, sehingga mengganti bahan bakar dengan lemak. Proses pengolahan lemak ini bila berlanjut terus menerus daka

Dikarenakan kondisi koma adalah kondisi fatal bagi seluruh penyandang diabetes melitus maka hal-hal yang harus dilakukan untuk selalu menjaga kondisi tubuh menjadi sangat penting untuk dilakukan. Berikut adalah tindakan yang harus dilakukan para diabetisi.

Perawatan dan pengobatan diabetes :

  • Rajin melakukan pemeriksaan darah sesuai anjuran tenaga medis
  • Disiplin dalam menjalankan pola diet sehat, untuk tetap menjaga kadar gula dalam taraf normal, hindari makanan manis berlebihan
  • Rajin minum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter
  • Melakukan aktifitas olah raga secara teratur , olah raga yang dilakukan haruslah olah raga santai, jangan berlebihan karena akan menyebabakan kondisi gula menjadi rendah yang di sebut hipoglikemi
  • Berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
  • Untuk para anggota keluarga dianjurkan untuk ikut mengikuti riwayat kesehatan ini agar bilamana terjadi kondisi kegawatdaruratan seperti jatuh koma dapat segera melarikannya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin

 

 

 

Apakah Anak Autis Bisa Kembali Normal ?

1.Kenali Autis Sejak Dini.

Autism Spectrum Disorder atau lebih dikenal dengan autis merupakan gangguan saraf yang berkembang pada otak anak. Autis sendiri diambil dari kata ‘auto’ yang berarti sendiri, sehingga anak yang menderita autis seolah-olah hidup di dunia sendiri. Hal ini menyebabkan anak memiliki masalah dalam berkomunikasi dan interaksi dengan lingkungan nyata mereka.

Penyebab anak yang mengalami autis bisa berasal dari genetis. Ada kemungkinan kakek-nenek atau buyut telah menderita autis, sehingga gen mengalir ke turunan orangtua. Anak penderita autis juga bisa disebabkan oleh lingkungan pre-natal anak yang kurang baik.

Polusi udara yang memiliki kandungan logam berat hingga sang ibu mungkin kurang memperhatikan gizi makanan sehingga berpengaruh pada kesehatan janin.

 

2. Jenis Terapi Bagi Penderita Autis.

Orangtua tentu menginginkan dan mengutamakan kesehatan buah hati nomor satu. Berbagai cara akan dilakukan untuk sang anak. Ada banyak macam penanganan agar sang anak dapat hidup seperti orang normal. Bagaimana menangani anak autis?

  • Terapi Wicara dan Komunikasi

Terapi ini dilakukan dengan cara mengajak anak autis untuk berbicara setiap hari. Terapi ini diterapkan bagi anak yang terlambat bicara. Jangan meremehkan kata-kata yang dilontarkan oleh penderita. Ucapan yang dilontarkan oleh anak autis memang tidak jelas pada awalnya.

Namun seiring waktu akan terbentuk kalimat yang utuh dan jelas apa yang mereka katakan. Terapi wicara dan komunikasi juga mengajarkan cara berkomunikasi yang baik dan sopan. Anak penderita autis akan belajar bagaimana bicara yang baik kepada orang lain.

  • Terapi Sosial

Terapi sosial merupakan terapi yang penting diterapkan kepada penderita autis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anak autis cenderung memiliki dunia sendiri sehingga mereka tidak peduli dengan sekitarnya.

Terapi ini cocok agar melatih anak autis untuk bersosialisasi dan melihat lingkungan yang luas.

  • Terapi Fisik dan Okupasi

Terapi fisik biasa diterapkan untuk anak-anak yang mengalami sulit berjalan atau bergerak secara umum. Terapi ini akan membiasakan anak untuk berolahraga, seperti bersepeda atau berenang. Hal ini diterapkan untuk membiasakan otot anak untuk bekerja dengan baik.

Sedangkan, terapi okupasi merupakan terapi untuk melakukan stimulasi otot dan saraf anak agar bekerja secara normal. Biasanya, terapi ini untuk penderita yang masih dibawa umur 2 tahun, namun tidak menutup kemungkinan anak normal untuk mengikuti terapi ini.

 

Ada banyak terapi yang disediakan demi perkembangan anak yang lebih baik. Orangtua perlu mengetahui dan bisa mencoba berbagai macam terapi. Ada kala mencoba terapi di tempat A, beberapa bulan mencoba di tempat B.

Hal ini diharapkan orangtua dapat menemukan terapi yang cocok bagi anak mereka. Lingkungan terapi yang cocok dengan minat anak akan mendorong perkembangan otak supaya menjadi lebih baik.

Kenali Penyebab Penyakit Jantung Serta Pengobatan Herbalnya

Penyakit jantung termasuk salah satu ‘momok’ yang paling ditakuti. Masalah-masalah yang menyebabkan penyakit ini cukup bervariasi. Mulai dari masalah arteri koroner, jantung bawaan, denyut jantung tidak teratur, gagal jantung, serta katup jantung.

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi penyebab penyakit jantung. Sementara itu, pengobatannya tidak hanya dapat dilakukan secara medis saja. Terdapat juga obat herbal yang bisa mengobatinya.

A. Penyebab Penyakit Jantung

  • Merokok

Orang yang merokok beresiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Asap rokok mengandung karbon monoksida dan nikotin yang meningkatkan resiko munculnya gumpalan darah.

Selain itu, jantung juga dipicu untuk bekerja lebih cepat.

  • Pola Hidup Tidak Sehat

Penyakit jantung juga dipicu oleh pola hidup tidak sehat. Misalnya seperti jarang berolahraga, sering makan makanan berlemak, serta tidak memakan buah dan sayuran.

  • Kolesterol yang Tinggi

Terdapat dua jenis kolesterol, yakni kolestrol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat dapat menggumpal di dinding pembulu darah. Bila sudah parah, hal ini bisa menimbulkan plak. Akibatnya, akan muncul aterosklerosis.

  • Hipertensi

Apabila tekanan darah di atas 140/90 mmHg, maka seseorang dinyatakan mengidap hipertensi. Artinya, tekanan darahnya tinggi sehingga jantung akan bekerja lebih keras.

Hal ini juga berdampak pada pembuluh darah yang lebih terbebani. Untuk menghindari tekanan darah tinggi, seseorang harus menjaga kadar konsumsi garam.

  • Diabetes

Diabetes bisa menyebabkan dinding pembuluh darah menebal. Akibatnya, aliran darah bisa terhambat. Maka dari itu, penderita diabetes memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung.

  • Obesitas

Orang yang obesitas berpotensi mengidap hipertensi. Selain itu, kadar kolesterolnya juga akan lebih tinggi. Tidak heran, mereka juga beresiko terkena penyakit jantung.

 

Metode Pengobatan Herbal Penyakit Jantung

Untuk mengatasi penyakit jantung, biasanya dokter akan melakukan tindakan medis. Akan tetapi, tindakan medis seperti operasi memiliki resiko yang cukup besar. Penderita penyakit jantung bisa saja mengalami komplikasi darah sesuai operasi dan hal ini tentunya sangat membahayakan jiwa pasien.

Namun, kini pengobatan penyakit jantung tidak harus melalui operasi saja. Pengobatannya juga bisa dilakukan secara herbal. Banyak tanaman-tanaman herbal seperti bawang putih dan bunga sepatu yang ternyata bisa mengobati penyakit jantung.

Selain dibuat dari bahan-bahan alami, pengobatan herbal juga tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

 

Demam Rematik sebelum Jantung Rematik

Peradangan pada tenggorokan akan menjadi fatal jika tidak segera di tangani. Peradangan tenggorokan biasa bisa mengakibatkan jantung rematik, jangan abaikan!

DOKTER – Sakit tenggorokan dan batuk banyak dialami manusia. Biasanya kita mengangani hal ini dengan mudah, hanya dengan minum obat batuk yang beli di apotek. Banyak sekali gejala dari radang tenggorokan sendiri, tidak disertai flu, bersin-bersin, pembengkakan getah kelenjar bening, mimisan, lidah yang berbintik. Sakit tenggorokan dan radang seperti ini bisa diatasi dengan meminum antibiotik saja. Namun, jangan pernah anggap remeh sakit tenggorokan yang berkelanjutan hingga 2-3 hari tidak ada proses pembaikan. Karena sakit tenggorokan jangka panjang akan menyebabkan gangguan penyakit yang lebih serius. Hal ini terjadi karena proses peradangan yang terjadi beberapa minggu bahkan bulan setelah sakit tenggorokan berlangsung.

Peradangan tersebut dapat menimbulkan demam rematik pada tubuh. Pada fase in, jantung rentan terkena jantung rematik yaitu kerusakan jantung permanen yang terjadi akibat peradangan rematik. Bagian dari jantung yang terkena imbasnya adalah katup jantung dan otot jantung.

SEBELUM JANTUNG REMATIK TERJADI, ADA FASE DEMAM REMATIK TERJADI.

Demam rematik terjadi biasanya pada daerah dengan lingkungan padat penduduk, tidak sehat, terbatasnya sarana kesehatan di daerah tersebut. Demam Rematik sendiri banyak terjadi pada anak usia 5-15 tahun.

Berikut merupakan Gejala dari demam rematik:

  • Nyeri sendi
  • Radang sendi (Terjadi pada lutut, siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, tangan)
  • Kelelahan
  • Peradangan pada jantung. Banyak terjadi pada anak”. Kondisi ini banyak terjadi karena kesulitan jantung memompa darah keseluruh tubuh.
  • Dada sakit
  • Batuk kronis
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Peradangan pada saraf
  • Demam

Untuk demam rematik hingga sekarang masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Namun demam rematik sendiri akan menurun dalam beberapa minggu hingga hitungan bulan. Tiap orang yang pernah mengalami demam rematik ini memiliki kemungkinan mengalaminya sekali lagi di masa yang akan mendatang. Pastinya akan memperbesar resiko kerusakan permanen pada jantung.

Pencegahan bisa dilakukan dengan meminum antibiotik dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya demam rematik yang dapat menyebabkan Jantung rematik.

 

Demikian pembahasan saya mengenai Demam Rematik.